Transformasi Rumah Tidak Layak Huni di TMMD ke-130 Rangkul Masyarakat di Bengkulu

BENGKULU – Proses pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 yang dikelola oleh Kodim 0407/Kota Bengkulu menunjukkan kemajuan yang signifikan. Setelah satu minggu berlangsung, kegiatan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menunjukkan perkembangan yang baik berkat kolaborasi antara tim Satuan Tugas (Satgas) TMMD dan warga setempat, Selasa (20/10/2026).

Kemajuan yang dicapai menggambarkan semangat pengabdian dan gotong royong yang kuat di antara semua pihak yang terlibat. Kerjasama antara personel Satgas dan masyarakat lokal telah memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga rumah-rumah yang diperbaiki dapat segera menjadi tempat tinggal yang layak bagi penerima manfaat.

Rehabilitasi dilakukan secara sistematis, dimulai dari penguatan pondasi, pemasangan dinding, hingga penyelesaian struktur rumah sesuai kebutuhan. Setiap tahap pelaksanaan selalu mengedepankan kondisi fisik bangunan agar hasil akhirnya dapat memberikan dampak positif bagi keluarga yang menerima bantuan.

Kolonel Inf Condro Edi Wibowo, Dansatgas TMMD ke-130, menjelaskan bahwa kemajuan ini tidak terlepas dari kerja sama yang erat dengan masyarakat. Menurutnya, partisipasi aktif dari warga sangat penting untuk kelancaran proyek ini. Tindakan saling membantu di antara mereka turut mendukung agar pelaksanaan program tetap sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.

“Keberhasilan progres ini merupakan buah dari sinergi antara Satgas TMMD dan masyarakat sekitar yang bersatu dalam menyelesaikan rehabilitasi RTLH. Kami mengucapkan terima kasih kepada warga atas dukungannya, sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” terang Condro.

Ia juga menekankan pentingnya kebersamaan yang terjalin di lokasi proyek sebagai salah satu aspek dari kemanunggalan antara TNI dan masyarakat. Melalui kolaborasi ini, TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga memperkuat solidaritas sosial dan budaya gotong royong di kalangan warga.

Meskipun pencapaian progres terus meningkat, Condro menegaskan bahwa kecepatan pekerjaan bukanlah satu-satunya indikator keberhasilan. Aspek kualitas, keamanan, dan kenyamanan rumah hasil rehabilitasi tetap menjadi prioritas agar dapat digunakan dengan baik dalam jangka waktu yang panjang.

Satgas diharapkan akan terus memperhatikan detail dalam setiap tahap pembangunan, sehingga hasil akhir memenuhi harapan penerima manfaat. Dengan perkembangan yang terus berlanjut, diharapkan rehabilitasi RTLH melalui TMMD ke-130 ini bisa diselesaikan dengan sukses, sekaligus membuktikan kemampuan kolaborasi antara TNI dan masyarakat dalam membawa perubahan nyata untuk lingkungan serta peningkatan kesejahteraan warga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *