TNI Akrab dengan Warga Melalui Dialog dan Santap Malam di Luwu Timur

Luwu Timur – Salah satu fokus utama dalam program TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo adalah pembangunan infrastruktur di Desa Parumpanai, Kabupaten Luwu Timur. Di balik aktivitas konstruksi seperti rabat beton, jembatan, dan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), tersimpan upaya penting lainnya, yaitu memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat setempat.

Salah satu bentuk nyata dari usaha tersebut adalah kebiasaan anggota Satgas TMMD berkumpul dengan warga di malam hari. Pada malam Minggu (26/10/2026), teras rumah seorang warga yang menjadi Posko TMMD kembali menjadi tempat silaturahmi antara prajurit dan masyarakat setelah seharian bekerja.

Sekitar pukul 20.00 WITA, para prajurit dan warga duduk berdampingan di bangku panjang. Dalam suasana santai, mereka menikmati sarabba dan makanan ringan, sembari berdiskusi tentang berbagai hal terkait pekerjaan, keluarga, dan kehidupan ekonomi sehari-hari.

Diskusi yang terbuka ini memberikan kesempatan bagi warga untuk menyampaikan keluhan dan harapan mereka, sementara itu para prajurit pun merespons dengan pengetahuan yang dimiliki. Salah satu topik yang dibahas adalah pertanyaan dari pemuda mengenai cara pendaftaran untuk menjadi anggota TNI.

Kehangatan acara semakin meningkat ketika Sertu Baharuddin menghibur dengan permainan gitar. Lagu-lagu daerah, dangdut, serta lagu-lagu kebangsaan dinyanyikan bersama, menciptakan suasana yang akrab di tengah-tengah masyarakat.

“Setiap malam kita berkumpul, Komandan, aku bawa gitar, kita nyanyi bareng dengan warga. Mereka bercerita tentang masalah yang dihadapi, dan kami menawarkan solusi. Para pemuda juga bertanya cara mendaftar TNI, kami jelaskan dengan senang hati,” kata Sertu Baharuddin dengan semangat.

Bapak Lantara yang berusia 52 tahun, pemilik rumah yang difungsikan sebagai Posko, mengungkapkan bahwa pertemuan malam tersebut semakin memperkuat keterikatan antara masyarakat dan tentara.

“Kedekatan di malam hari ini membuat kami merasa tidak jauh dari tentara, sudah seperti keluarga. Ketika TMMD selesai, kami pasti akan merindukan momen kebersamaan seperti ini,” ungkapnya.

Bagi masyarakat, kehadiran Satgas di tempat mereka tidak hanya dirasakan melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat interaksi sehari-hari yang memberikan kesempatan untuk lebih mengenal para prajurit. Bagi Satgas TMMD sendiri, silaturahmi ini merupakan cara untuk lebih memahami kebutuhan dan kendala yang dihadapi oleh masyarakat di daerah penugasan.

Dengan menciptakan hubungan yang akrab, komunikasi yang baik terbentuk selama pelaksanaan program. Kerja fisik dan hubungan sosial berlangsung seiring. Ketika siang hari para prajurit bekerja bersama masyarakat di lapangan, malam harinya menjadi kesempatan untuk menguatkan kebersamaan melalui obrolan yang sederhana.

Hingga menjelang pukul 22.00 WITA, suasana hangat di Posko masih terasa sebelum prajurit kembali beristirahat untuk mempersiapkan tugas di hari berikutnya. Melalui pendekatan yang humanis, Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo berusaha memastikan bahwa hasil program tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga membangun ikatan persaudaraan yang kuat antara TNI dan warga Desa Parumpanai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *