
Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 Tahun Anggaran 2026 tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga mengedepankan pembinaan spiritual yang krusial dalam kehidupan masyarakat. Hal ini terlihat pada keikutsertaan personel Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel dalam ibadah Minggu bersama jemaat di Kampung Yamboi, Distrik Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, pada hari Minggu (25/10/2026).
Ibadah tersebut dipimpin oleh Gembala Gereja Yamboi, Lazarus Mandacan. Seluruh anggota Satgas TMMD mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh khidmat sebagai wujud penguatan iman dan upaya mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.
Kegiatan keagamaan ini menjadi kesempatan berharga bagi anggota Satgas TMMD untuk menyeimbangkan pelaksanaan tugas dengan kehidupan spiritual. Di tengah kesibukan mereka dalam proyek-proyek fisik TMMD, ibadah tetap berperan penting dalam memberikan ketenangan jiwa, semangat, dan meningkatkan moral.
Selain berkontribusi dalam pembangunan fasilitas di Kampung Yamboi, kehadiran Satgas TMMD pada kegiatan ibadah ini juga menunjukkan kedekatan yang terjalin antara TNI dan masyarakat. Sinergi ini diharapkan dapat memperkuat relasi sosial, meningkatkan rasa persaudaraan, serta membangun keharmonisan antara prajurit TNI dan warga setempat.
Dengan kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya tercermin melalui pembangunan sarana dan prasarana, tetapi juga lewat interaksi sosial dan penumbuhan nilai-nilai keagamaan. Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang harmonis, damai, dan sejahtera.
Pelaksanaan ibadah Minggu bersama ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan TMMD Ke-130 Tahun Anggaran 2026 di Kampung Yamboi. Melalui kerja sama antara TNI dan masyarakat, program TMMD diharapkan tidak hanya memberikan keuntungan dalam pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat persatuan, kepedulian sosial, serta kehidupan spiritual masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan.
(Tim/red)
