BOJONEGORO, – Upaya untuk menciptakan akses yang lebih baik dan aman bagi masyarakat pedesaan resmi diluncurkan. Satuan Tugas (Satgas) TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 dari Kodim 0813 Bojonegoro telah memulai proses pembongkaran jembatan lama yang terletak di Dusun Mundu, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem.
Proses penyingkiran jembatan kayu ini merupakan salah satu fokus utama dalam kegiatan terpadu dan lintas sektoral TMMD ke-129 di tahun 2026, yang dijadwalkan berlanjut hingga pertengahan bulan Agustus mendatang.
Dahulu, jembatan ini memainkan peranan penting dalam mendukung mobilitas harian penduduk Dusun Mundu dan sekitarnya. Namun, untuk memperbaiki konektivitas daerah serta memastikan keamanan dalam transportasi warga, pembongkaran jembatan dilakukan sebagai persiapan pembangunan struktur baru yang lebih aman dan kokoh.
Kegiatan ini dilakukan dengan semangat gotong-royong antara prajurit TNI dan masyarakat setempat. Kerjasama tersebut menunjukkan keharmonisan antara TNI dan rakyat dalam membangun Desa Kesongo. Meskipun prosesnya dilakukan secara bertahap dan manual, keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama.
Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, turut memberikan dukungan dan penghargaan kepada para prajurit TNI serta partisipasi warganya. “Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan TMMD ke-129 ini, khususnya pembangunan jembatan yang telah lama ditunggu oleh warga. Kami berharap hasilnya dapat memberikan manfaat bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Kesongo dan kawasan sekitarnya,” ujarnya.
Di pihak lain, Lettu Ckm Purnomo selaku Komandan SSK Satgas TMMD ke-129 menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur di Dusun Mundu memiliki signifikansi besar untuk mobilitas warga Desa Kesongo. “Pembongkaran ini menjadi langkah awal menuju pembangunan jembatan yang lebih kokoh. Kami menargetkan bahwa semua pekerjaan fisik TMMD di Desa Kesongo akan selesai sesuai jadwal, dengan kualitas terbaik,” tegasnya pada hari Kamis (23/7/2026).
Program TMMD ke-129 di Desa Kesongo tidak hanya berfokus pada proyek infrastruktur fisik, tetapi juga mencakup rehabilitasi rumah, sekolah, pembangunan jalan cor beton, dan sumur bor. Selain itu, kegiatan non-fisik seperti penyuluhan tentang wawasan kebangsaan, pelayanan kesehatan gratis, serta edukasi tentang ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat juga turut diselenggarakan.
Dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program terpadu ini telah dilaksanakan sejak 15 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai keseluruhannya pada 13 Agustus 2026.
