
NABIRE – Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 dari Kodim 1705/Nabire melanjutkan pekerjaan pembangunan infrastruktur penting di Kampung Wanggar Sari, Distrik Wanggar, Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Setelah menyelesaikan berbagai sasaran fisik sebelumnya, fokus kali ini adalah pada pembangunan Gereja dan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (23/10/2026), di mana anggota Satgas bekerja bersama warga setempat demi mempercepat realisasi pembangunan. Kedua proyek ini dianggap krusial, mengingat keberadaan tempat ibadah yang memadai dan rumah layak huni sangat berpengaruh terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat di Kampung Wanggar Sari.
Walaupun cuaca cukup panas, semangat gotong royong antara prajurit TNI dan penduduk lokal tidak surut. Mereka bekerja keras agar semua target dapat tercapai sebelum program TMMD ke-130 ditutup, dan memastikan bahwa hasil pekerjaan dapat segera dinikmati oleh masyarakat.
Dansatgas TMMD ke-130 Kodim 1705/Nabire menyampaikan bahwa banyak titik lain yang juga menunjukkan kemajuan signifikan. “Kami sudah menyelesaikan 90 persen untuk sumur bor dan MCK. Prioritas kami saat ini adalah Gereja dan RTLH, agar sebelum akhir TMMD, Gereja sudah bisa digunakan untuk beribadah, dan warga segera dapat menempati rumah yang layak,” ungkapnya. Dalam pembangunan Gereja, tim terus melanjutkan pengerjaan dinding serta atap yang diharapkan bisa menjadi pusat kegiatan masyarakat.
Selain itu, untuk RTLH, kegiatan yang dilakukan mencakup pemasangan dinding dan atap serta pekerjaan lantai. Kehadiran Satgas TMMD disambut dengan antusias oleh masyarakat yang ikut serta dalam pembangunan ini, menandakan adanya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam menyukseskan program TMMD. Dengan terus bekerja sama, diharapkan semua sasaran fisik dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan manfaat nyata bagi warga di Kampung Wanggar Sari.
