Lamongan — Di sudut Desa Tlemang, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, suara ceria anak-anak menggema. Di bawah naungan pepohonan yang rindang, puluhan anak-anak tampak begitu menikmati kebersamaan mereka, bermain, bernyanyi, dan membuat berbagai bentuk dari kertas warna-warni.
Di tengah suasana penuh tawa itu, dua prajurit TNI, Prada Farel dan Serda Ridwan, berupaya meredakan kesan serius mereka dengan menjadi “kakak bermain” bagi anak-anak di desa tersebut. Mereka berdua menggandeng konsep wawasan kebangsaan (wasbang) yang mengutamakan belajar sambil bermain, menghadirkan suasana yang menyenangkan dan jauh dari kebosanan.
Serda Ridwan, alih-alih memberikan pengajaran formal tentang Pancasila yang mungkin akan sulit dipahami oleh anak-anak, memutuskan untuk menceritakan kisah-kisah dan mengajukan permainan interaktif. Sambil mengangkat bendera merah putih, ia mengajak anak-anak untuk menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sambil bermain tebak-tebakan yang memberikan hadiah sederhana.
Kehadiran dua anggota TNI ini tidak hanya menarik minat anak-anak, tetapi juga menyentuh hati para orang tua di Desa Tlemang. Salah satu warga, Siti (34), merasa sangat senang melihat anaknya berani tampil di depan teman-teman untuk menghafal Pancasila dengan percaya diri. “Dulu, anak saya sering takut pada tentara karena seragamnya. Sekarang, ia sangat senang bermain dengan Pak Farel dan Pak Ridwan. Melihat mereka belajar sambil tertawa, pulang membawa pengalaman baru tentang Indonesia, itu sangat membahagiakan,” ungkap Siti dengan penuh rasa syukur.
Inisiatif Prada Farel dan Serda Ridwan di Desa Tlemang menunjukkan bahwa menanamkan nilai-nilai kebangsaan pada generasi muda tidak melulu harus berada di ruang kelas yang resmi. Dengan tulus, mereka telah berhasil menanamkan cinta tanah air di hati anak-anak di pelosok Lamongan dengan cara yang hangat dan dekat.
