
PAMEKASAN – Pertahanan sebuah negara tidak hanya bergantung pada kekuatan militer dan persenjataan yang mutakhir, tapi juga harus diperkuat dari akar, yaitu masyarakat desa yang sejahtera. Fundamentalnya, ketahanan nasional akan lebih mantap jika ditopang oleh komunitas yang bersatu dan kondisi hidup masyarakat yang semakin baik.
Pemikiran bijak Jenderal A.H. Nasution mengenai kekuatan rakyat dan keberadaan wilayah sebagai elemen penting dalam pertahanan sangat relevan dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-130 yang dilaksanakan oleh Kodim 0826/Pamekasan di Desa Jarin, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan.
Program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga bertujuan untuk memperkuat ketahanan masyarakat melalui berbagai kegiatan pembinaan teritorial serta penyuluhan yang bersifat nonfisik. Di Desa Jarin, tim TMMD melakukan sejumlah proyek, termasuk pembangunan akses jalan pertanian, saluran drainase, dan Rumah Layak Huni (RLH). Di samping itu, penyuluhan tentang wawasan kebangsaan dan bela negara juga diadakan.
Kapten Chb Aman Karyoko, Pasiter Kodim 0826/Pamekasan, menegaskan bahwa pertumbuhan desa sangat berkorelasi erat dengan stabilitas nasional. Ia berpendapat, kesejahteraan masyarakat adalah salah satu pilar utama untuk menjaga persatuan dan stabilitas di wilayah tersebut. ‘Menurut Jenderal Nasution, desa yang makmur adalah perisai pertahanan. Dengan infrastruktur yang baik dan ekonomi yang berkembang, masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh ideologi yang bisa memecah belah,’ jelasnya, pada Jumat (6/11/2026).
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masalah kemiskinan dan ketidakadilan sosial. Pembangunan yang berfokus pada kebutuhan dasar masyarakat dianggap sebagai langkah strategis untuk meningkatkan ketahanan di tingkat desa. ‘Jika para petani di Jarin bisa mengangkut hasil panen mereka dengan mudah berkat akses jalan yang bagus, itu bagian dari pertahanan. Ketika masyarakat kompak dalam bergotong royong, itu juga menjadi pertahanan. Apabila anak-anak Jarin memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi, itu juga merupakan pertahanan,’ tegasnya.
Dari sisi masyarakat, manfaat pembangunan dirasakan secara langsung. Salah satu warga Desa Jarin menceritakan bahwa akses jalan pertanian yang buruk sebelumnya sangat mengganggu mobilitas hasil panen, terutama saat hujan. ‘Dulu jalan licin dan sulit dilalui, hasil panen jadi terhambat. Sekarang setelah diperbaiki, kami tidak khawatir lagi,’ ungkapnya.
Di samping perbaikan infrastruktur, kegiatan penyuluhan mengenai wawasan kebangsaan dan bela negara juga menjadi komponen vital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya persatuan dan cinta tanah air.
Dengan penggabungan antara pembangunan fisik dan nonfisik, TMMD Ke-130 Kodim 0826/Pamekasan berkomitmen untuk memperkuat ketahanan masyarakat dari berbagai segi kehidupan. Bagi TNI, membangun desa bukan sekadar menyelesaikan proyek, melainkan juga bagian dari usaha untuk menjalin kedekatan dengan rakyat, meningkatkan kualitas hidup, dan mengokohkan persatuan bangsa.
Pesan ini sangat jelas dari Desa Jarin: desa yang berkembang, masyarakat yang sejahtera, dan solidaritas antar warga merupakan komponen krusial dari kekuatan pertahanan Indonesia.
