Ibu Hamil di Cendana Dapat Bantuan Satgas TMMD untuk Perawatan Kakao

LUWU TIMUR – Hasna, seorang ibu berusia 32 tahun yang tinggal di Desa Cendana, Kabupaten Luwu Timur, memiliki harapan besar saat merawat ratusan bibit kakao. Bibit-bibit ini bukanlah sekadar tanaman baginya, tetapi jaminan masa depan untuk keluarganya dan anak yang sedang dikandungnya.

Merawat 300 bibit kakao saat hamil enam bulan tentu bukanlah hal yang mudah. Di setiap sore hari, Hasna meluangkan waktu untuk menyiram bibit dalam polybag dan membersihkan rumput liar yang tumbuh di sekitar area persemaian. Aktivitas ini seringkali membuatnya merasa lelah karena harus membungkuk dan jongkok selama berjam-jam.

Melihat perjuangan Hasna dan ibu-ibu hamil lainnya dalam merawat bibit, anggota Satgas TMMD ke-130 Kodim 1403/Palopo mengambil tindakan. Mereka menawarkan bantuan untuk meringankan beban pekerjaan Hasna agar dapat beristirahat sejenak dari rutinitas yang melelahkan.

Dengan penuh perhatian, Pratu Andi mengungkapkan, “Ibu, biar kami yang bantu siram dan cabut rumputnya. Ibu duduk saja, kasihan terus jongkok.” Para prajurit pun mulai menyiram bibit, mencabuti rumput liar, memberikan pupuk organik, dan memindahkan bibit yang siap ditanam ke area yang lebih teduh, semua dilakukan setelah aktivitas fisik TMMD selesai.

Hasna menyatakan rasa terharunya saat melihat para prajurit dengan sukarela membantu merawat bibit kakao miliknya. Menurutnya, pertolongan tersebut sangat berarti, terutama saat dirinya merasa kesulitan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sendiri.

“Setiap sore saya harus menyiram bibit cokelat, karena jika tidak, bisa mati semua. Perut saya sudah besar, rasanya capek sekali jongkok menyiram 300 polybag, kadang pinggang sakit dan perut kram,” jelas Hasna sambil mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan yang diterimanya.

Ia berharap semua bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan suatu saat menjadi kebun kakao produktif. Usahanya merawat tanaman ini adalah bagian dari harapannya untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga, khususnya untuk anak yang sedang dikandungnya.

“Ini semua untuk masa depan si kecil. Nanti ketika dia besar, kebun cokelat ini akan ada untuknya. Terima kasih para Bapak Tentara, Anda sudah membantu saya menjaga kebun untuk anak saya,” ungkapnya penuh haru.

Dansatgas TMMD ke-130, Letkol Inf Windra Sukma Prihantoro, menegaskan bahwa perhatian terhadap ibu hamil dan dukungan bagi pertanian warga merupakan bagian dari dedikasi Satgas untuk masyarakat. “Merawat bibit kakao ini adalah investasi untuk masa depan ekonomi Desa Cendana. Kita bisa menjaga dua hal yang penting, kebun dan kesehatan ibu hamil,” tegasnya.

Kakao memiliki peranan yang penting bagi kehidupan masyarakat Cendana yang sebagian besar bergantung pada hasil perkebunan. Dengan merawat bibit dengan cara yang tepat, mereka dapat memastikan keberlanjutan usaha perkebunan di masa depan.

Melalui tindakan sederhana ini, Satgas TMMD ke-130 menunjukkan bahwa semangat kemanunggalan TNI dan rakyat juga terwujud dalam keseharian. Di tengah upaya pembangunan infrastruktur desa, para prajurit ikut berkontribusi untuk memotivasi warga dalam merawat tanaman dan menyiapkan masa depan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *