Dampak TMMD: Fajar dan Panggilan Mimpi Menjadi Prajurit TNI

LUWU TIMUR – Ketertarikan anak-anak terhadap sosok Anggota TNI terlihat jelas saat mereka menyaksikan kegiatan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di wilayah Kabupaten Luwu Timur.

Salah satu dari anak-anak tersebut adalah Fajar, seorang siswa kelas III berusia 9 tahun. Ia mengungkapkan kebahagiaannya saat melihat para prajurit berkolaborasi dalam proyek pembangunan infrastruktur yang akan memberi dampak besar bagi masyarakat di sekitarnya.

Fajar menceritakan dengan antusias bagaimana ia datang ke lokasi proyek setiap hari usai sekolah untuk menyaksikan kegiatan para prajurit. Menurutnya, melihat mereka bekerja sama mengangkat material dan mencetak jalan adalah hal yang sangat menarik.

“Senang lihat Om Tentara kerja. Om Tentara kuat-kuat. Saya tiap pulang sekolah ke sini melihat Om cor jalan. Nanti jalannya bagus, saya bisa sepedaan. Saya juga mau jadi Tentara kalau sudah besar,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Cerita Fajar menunjukkan bahwa program TMMD tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menarik perhatian generasi muda terhadap nilai-nilai disiplin dan kerja sama yang ditunjukkan oleh para prajurit. Di lokasi TMMD, anak-anak lain juga terlihat aktif bersama anggota Satgas, menciptakan suasana yang akrab dan supportif.

Letkol Inf. Windra Sukma Prihantoro, S.Sos., selaku Dansatgas, memberikan tanggapan positif mengenai interaksi ini. Ia menilai kedekatan dengan anak-anak adalah wujud penerimaan masyarakat terhadap kehadiran Satgas TMMD.

“Melihat anak-anak begitu antusias menemani kami bekerja merupakan kebahagiaan tersendiri. Mereka memberikan semangat dengan cara yang sederhana, tetapi sangat berarti bagi prajurit yang sedang menjalankan tugas jauh dari keluarga,” tutur Letkol Windra.

Meskipun kedekatan itu menggembirakan, keselamatan anak-anak harus tetap diutamakan saat mereka berada di lokasi proyek. Lingkungan kerja yang melibatkan alat berat dan material bangunan memerlukan perhatian ekstra agar anak-anak tetap bisa mengamati dari tempat yang aman.

Proyek jalan yang dikerjakan melalui TMMD ke-130 diprediksi bakal memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat, salah satunya mempermudah akses transportasi dan mendukung kegiatan anak-anak di desa. Harapan sederhana Fajar untuk bersepeda di jalur yang lebih baik melambangkan manfaat langsung dari pembangunan tersebut.

Cerita ini menekankan bahwa kegiatan TMMD tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, melainkan juga menumbuhkan harapan, memperkuat ikatan antara TNI dan masyarakat, serta menginspirasi anak-anak untuk meraih cita-cita mereka.

Sumber: Pendim 1403/Palopo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *