Agus Suwandi: Menjadi jembatan kolaborasi dalam pembangunan rumah layak huni

Tulungagung – Keteguhan semangat gotong royong nampak jelas dalam proses pembanguan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) milik Agus Suwandi, seorang warga Desa Pojok, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung. Sebagai salah satu penerima manfaat dari program TMMD ke-130 yang digelar oleh Kodim 0807/Tulungagung, Agus tidak memilih untuk menunggu pasif, melainkan aktif terlibat langsung dalam kegiatan pembangunan tersebut pada Kamis (15/10/2026).

Dalam suasana tengah hari yang terik, Agus menunjukkan komitmennya dengan melakukan berbagai tugas yang bisa ia lakukan. Ia berkolaborasi dengan para anggota Satgas TMMD, sebagai wujud rasa syukur atas dukungan yang ia terima dalam pembangunan rumah impiannya.

Keterlibatan Agus dalam proyek ini melambangkan betapa pentingnya semangat gotong royong dalam pelaksanaan TMMD. Ia serta personil TNI saling bersinergi untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan, mulai dari pengadaan bahan bangunan hingga proses konstruksi rumah yang tengah dikerjakan.

Perkembangan pembangunan rumah Agus hingga hari Kamis telah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Dinding rumah kini telah berdiri sejajar setinggi kira-kira satu meter, yang tidak terlepas dari usaha keras anggota Satgas dan kontribusi masyarakat yang ikut andil dalam pelaksanaannya. Bagi Agus, memiliki rumah yang layak merupakan harapan untuk memberikan tempat tinggal yang aman dan nyaman bagi keluarganya. “Saya sangat bersyukur atas bantuan pembangunan rumah melalui program TMMD ini. Terima kasih kepada semua anggota TNI yang telah membatu,” kata Agus dengan penuh rasa syukur. Ia juga tidak merasa keberatan untuk bekerja meski di bawah sinar matahari, “Saya akan berusaha sekuat tenaga, walaupun dalam terik, demi menyelesaikan rumah ini secepat mungkin untuk ditempati,” tambahnya.

Semangat yang ditunjukkan Agus ternyata menjadi inspirasi tersendiri bagi anggota Satgas untuk terus bekerja dengan sungguh-sungguh. Kerjasama antara TNI dan masyarakat ini menegaskan bahwa keberhasilan program TMMD tidak hanya diukur dari aspek fisik, tetapi juga dari partisipasi aktif masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *