TMMD ke-130: Inisiatif Pertanian untuk Meningkatkan Kemandirian Masyarakat Desa

LANDAK – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-130 Tahun 2026 yang dilaksanakan oleh Kodim 1210/Landak terus memberikan dampak positif bagi masyarakat di Desa Amboyo Selatan, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak. Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, Satgas TMMD juga berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pertanian dan ketahanan pangan yang berlangsung pada Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dari program nonfisik TMMD dan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam memanfaatkan potensi yang ada di desa, terutama dalam sektor pertanian. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat mengembangkan lahan mereka secara lebih efisien dan produktif.

Penyuluhan tersebut memberikan informasi penting tentang teknik pengelolaan lahan yang optimal dan cara untuk meningkatkan hasil pertanian. Diharapkan, melalui pengetahuan yang didapat, masyarakat dapat lebih mengenali cara untuk mendukung ketahanan pangan dalam lingkungan keluarga dan desa mereka.

Letkol Inf Doni Prasetyo selaku Dansatgas TMMD ke-130 mencatat bahwa upaya pemberdayaan masyarakat merupakan komponen vital dalam suksesnya program ini. “Pembangunan desa harus dinilai dari bagaimana masyarakat dapat mengelola potensi daerahnya, bukan hanya dari infrastruktur yang telah dibangun. Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk membekali warga dengan pengetahuan yang mereka butuhkan,” ujarnya.

Dia menegaskan pentingnya kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan masyarakat untuk menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Dengan pengetahuan yang diperoleh, Satgas TMMD berharap masyarakat Amboyo Selatan mampu mengaplikasikan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan sektor pertanian yang lebih produktif dan berdampak positif terhadap ekonomi keluarga.

Upaya Satgas TMMD ke-130 Kodim 1210/Landak adalah untuk menggabungkan pembangunan fisik dan nonfisik, sehingga tidak hanya merubah lanskap desa tetapi juga menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya dalam menjaga ketahanan pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *