
Ibu Wirdawati, seorang buruh kebun kakao berusia 30 tahun, tinggal di Desa Cendana, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur. Ia menghuni sebuah rumah berukuran 3×5 meter yang dalam kondisi tidak layak, dengan dinding dari bambu yang berlubang, atap seng yang bocor di 10 titik, serta lantai tanah yang becek saat hujan. Rumahnya juga tidak memiliki fasilitas WC dan dapur yang memadai.
Pada pukul 09.00 WITA, truk dari PS Kodim 1403/Palopo tiba di Desa Cendana dengan membawa berbagai material untuk pembangunan rumah Ibu Wirdawati. Kehadiran material tersebut sangat dinanti-ditunggu, dan petugas segera menurunkan barang-barang yang diperlukan untuk membangun rumah yang lebih baik dan layak huni bagi Ibu Wirdawati.
Dari data yang dilaporkan, material yang di-drop meliputi semen sebanyak 30 sak, pasir 5 kubik, dan 3.000 buah batu bata. Selain itu, terdapat juga kayu dan berbagai perlengkapan lain seperti atap seng gelombang, GRC board, serta peralatan sanitasi dan listrik. Dengan semua material ini, proses pembangunan rumah diharapkan akan berjalan lancar.
Sekitar pukul 11.00 WITA, seluruh material telah berhasil di-drop dan tim dari Satgas TMMD bersama warga setempat mulai melakukan pembongkaran rumah lama serta menggali fondasi baru. Ibu Wirdawati sangat terharu menyaksikan kedatangan material yang akan mengubah hidupnya. Dansatgas TMMD ke-130, Kapten Inf Mika Ramang, menegaskan bahwa RTLH untuk Ibu Wirdawati adalah prioritas utama mereka. Ibu Wirdawati tidak bisa menahan air mata ketika melihat material tersebut. “Saya tidak pernah membayangkan akan memiliki rumah yang layak huni,” ungkapnya sembari mengucapkan terima kasih kepada para anggota TMMD.
