Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui TMMD ke-129, Kolam Lele dan Kandang Ayam Petelur di Pidie

Pidie – Tim Satgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie terus berupaya untuk memperluas dampak dari program pembangunan dengan sasaran tambahan yang menjangkau kebutuhan serta kemandirian ekonomi masyarakat lokal. Pada hari Minggu (09/08/2026), mereka telah memulai pembangunan kolam budidaya lele dan kandang ayam petelur di Desa Lhok Panah, Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie.

Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan saja, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pendidikan bagi masyarakat mengenai pengelolaan lahan di sekitar tempat tinggal agar lebih produktif. Kedua fasilitas tersebut nantinya akan diserahkan kepada warga yang mendapatkan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk dikelola secara mandiri dan berkelanjutan.

Koordinator Lapangan TMMD ke-129, Kapten Inf Samsul Bahri, menyatakan bahwa pembangunan kolam lele dan kandang ayam petelur ini adalah bagian dari sasaran tambahan yang dirancang untuk mendorong masyarakat memanfaatkan potensi lahan yang ada. “Kita ingin menunjukkan bahwa lahan di sekitar rumah bisa dijadikan sumber penghasilan dan pangan yang berharga, bukan hanya dibiarkan kosong,” ujarnya.

Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., selaku Dansatgas TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat kemandirian pangan di kalangan warga penerima manfaat RTLH. Ia berharap, bantuan fisik ini disertai dengan peningkatan kapasitas masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pangan serta pengembangan ekonomi keluarga. “Ke depan, kita harap penerima manfaat dapat merawat dan mengembangkan usaha ini menjadi sumber pendapatan tambahan,” tutupnya.

Dengan demikian, upaya memanfaatkan lahan secara produktif ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga. TMMD ke-129 Kodim 0102/Pidie tidak hanya berfokus pada pembangunan sarana dan prasarana desa, tetapi juga berkomitmen untuk meninggalkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat yang terus bisa dikembangkan setelah program selesai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *