BOJONEGORO, – Dalam aksi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 yang dilaksanakan di Desa Kesongo, Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, peran Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak hanya terbatas pada pembangunan fisik semata. Upaya ini mengisyaratkan adanya perhatian yang serius terhadap masa depan para generasi muda yang merupakan aset penting bagi bangsa.
Pada Selasa, 4 Agustus 2026, suasana Balai Desa Kesongo dipenuhi dengan kebahagiaan dan keakraban saat layanan perpustakaan keliling dan program Pinjam Antar (Pintar) yang diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur memulai aktivitasnya. Kehadiran program tersebut disambut dengan riang gembira oleh ratusan anak yang hadir dari desa setempat, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Pemandangan yang mengharukan mewarnai kegiatan tersebut, di mana para prajurit Satgas TMMD terlibat langsung dengan anak-anak. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, namun juga menduduki tangga pendopo sambil berinteraksi, menjalin kedekatan, serta menjadi teman belajar anak-anak. Dalam salah satu momen, Prada Adnan FZ tampak penuh kasih sayang saat mendampingi seorang bocah perempuan yang mengenakan gaun biru, membimbingnya menjelajahi buku cerita yang penuh warna.
Tak ada batasan antara mereka. Gelak tawa dan keceriaan anak-anak berpadu dengan kesabaran dan ketenangan prajurit TNI yang mendampingi. “Membaca adalah jendela dunia. Kami bersyukur ada program perpustakaan keliling ini yang bisa mendorong anak-anak untuk terus belajar membaca,” tutur Prada Adnan. Menurutnya, kebiasaan membaca buku menjadi fondasi untuk membentuk cita-cita yang tinggi, dan pembangunan sesungguhnya juga mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Perpustakaan keliling ini menunjukkan komitmen kami untuk fokus pada aspek manusiawi, terutama generasi muda. Semoga lebih banyak anak-anak yang tertarik pada membaca sehingga memiliki pengetahuan yang luas,” tambahnya. Kegiatan literasi ini juga mendapat respons positif dari orang tua dan masyarakat Desa Kesongo, yang merasa terharu melihat antusiasme anak-anak mereka dalam proses pembelajaran bersama TNI. Keterlibatan TNI di dalam pendidikan anak-anak di desa menegaskan bahwa slogan Kemanunggalan TNI dengan Rakyat bukan hanya sekadar kata-kata, melainkan sebuah aksi nyata melalui literasi dan pemberdayaan anak di daerah.
